Notulensi Diskusi Bulan Januari 2020 : Yogyakarta City of Tolerance, Benarkah?
Notulensi Diskusi Bulan Januari 2020 : Yogyakarta City of Tolerance, Benarkah? Notulensi Diskusi bisa diDownload DISINI
Notulensi Diskusi Bulan Januari 2020 : Yogyakarta City of Tolerance, Benarkah? Notulensi Diskusi bisa diDownload DISINI
PENGUMUMAN LOWONGAN KERJA MELALUI PELATIHAN CALON PESERTA MAGANG IRE Yogyakarta adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) independen, nonprofit dan nonpartisan yang berbasis pada komunitas akademik di… Selengkapnya »Lowongan Kerja Melalui Jalur Magang
Notulensi Diskusi “Melahirkan Peraturan Pemerintah Pro Desa” bisa didownload DISINI
Konteks Desa kini memiliki masa depan yang menjanjikan. Setidaknya tren data lima tahun belakangan ini menunjukkan optimisme tersebut. Data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan… Selengkapnya »Mengembangkan Ekonomi Desa yang Demokratis
Notulensi Dikusi “Meminggirkan Desa di Priode Kedua Jokowi” di download DISINI
Riset Kebijakan ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tim Peneliti IRE di 7 daerah kabupaten di Indonesia, yakni Ambon, Buton Selatan-Sulawesi Tenggara, Musirawas-Sumatera Selatan, Sambas-Kalimantan Barat,… Selengkapnya »POLICY PAPER “Mengembangkan Model Pendampingan Desa Asimetris di Indonesia”
Latar Belakang Semesta desa adalah semesta yang paradoks. Desa sebenarnya mempunyai sejarah yang lebih tua dan panjang daripada Republik Indonesia. Indonesia adalah sebuah negeri agraris… Selengkapnya »Policy Paper Rancangan Undang-Undang Desa
Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan cukup berimbang, baik secara global maupun nasional. Namun demikian, jumlah perempuan yang duduk di posisi pengambilan kebijakan publik masih sangat… Selengkapnya »Kepemimpinan Perempuan Menuju Kesetaraan Gender : Pembelajaran Perempuan Pemimpin Desa di Belu NTT
Ketimpangan gender menjadi masalah sentral dalam pembangunan. Ini tercermin dari rendahnya kualitas hidup kaum perempuan, tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan, dan lemahnya keterlibatan perempuan dalam… Selengkapnya »Pengarusutamaan Gender Pada Birokrasi: Pembelajaran Dari Kabupaten Belu